mudik

saya tergelitik membaca postingannya mbak yoyen tentang mudik tanggal 8 juli kemaren dan pengen ngomen diblognya mbak yo. tapi karena kayaknya komennya bakalan panjang jadilah ditulis disini aja šŸ˜€

bagi saya mudik tidak harus dilakukan pada saat lebaran, walaupun euphorianya lebih pol terasa pada saat itu. waktu saya sempat tinggal di Riau selama 2 tahun, saya selalu berusaha untuk mudik kalo ada long weekends atau harpitnas. dan selama di Riau itulah frekuensi mudik saya dan keluarga tinggi banget, secara jaraknya deket dan ongkosnya murah šŸ˜€

bagi saya, bertemu dan bersilaturahim dengan sanak keluarga dalam acara mudik berada dalam urutan list yang ke sekian (dasar anak durhaka šŸ˜› ). tujuan utama saya mudik adalah bertemu ayah dan ibu dan yang paling utama, menghirup kembali kenangan masa kanak kanak saya di kota kecil itu dengan mengelilinginya. gak pernah bosan.

saya menghabiskan masa kanak kanak saya dikota kecil ini, sebelum ayah dipindah tugaskan kedaerah lain sewaktu saya mulai remaja. bagi saya kota kecil inilah kampung halaman saya. dan dimata saya tidak ada perubahan yang berarti yang terjadi disini setelah sekian puluh tahun berlalu. kota kecil ini masih hampir persis sama seperti kota kecil yang saya tinggali dulu. waktu seakan berhenti disini.

saya masih bisa berkunjung ke SD tempat saya sekolah dulu, gedungnya masih sama walaupun sudah ada perbaikan disana sini. dan walaupun saya tidak mengenali lagi guru2, staf dan penjaganya , tapi saya masih bisa mengenali dengan jelas spot2 ‘bersejarah’ selama saya menuntut ilmu disana: tempat saya pernah jatuh dihalaman sekolah, kelas2 dan tempat dimana saya duduk dulu, lapangan kecil tempat kami melakukan uparaca bendera, kantinnya, ah…..

pohon beringin besar itu masih berdiri kokoh di depan lapangan kota. dulu setiap sore habis mandi saya dan my siblings serta teman teman kami biasa menghabiskan waktu menunggu magrib datang dengan bermain diseputaran area pohon beringin ini. setiap kali mendatangi dan melihat pohon beringin ini, saya akan selalu terbayang masa masa itu.

bahkan rumah dinas ayah yang dulu pun sekarang masih ada disana walaupun dengan halaman yang semakin menyempit diterpa urbanisasi dan kepadatan penduduk. bentuk luarnya tidak berubah, tapi saya yakin interiornya pasti tidak sama lagi dengan interior waktu kami sekeluarga tinggal disana.

pohon pohon asam jawa raksasa masih meneduhi jalan jalan protokol kota kecil saya. saya masih ingat acara jogging pagi2 habis subuh dengan ayah dan my siblings setiap weekends dibawah naungan pohon pohon raksasa ini. joggingnya juga alakadarnya, masih dengan piyama dan sendal jepit šŸ˜† pulang2 saat matahari mulai terbit dan biasanya kami akan memunguti asamjawa2 yang berjatuhan sepanjang jalan, entah untuk apa waktu itu.

mesjid agung dibelakang pasar tempat saya dan kakak kakak menghabiskan pendidikan awal Al-Quran kami juga masih ada sampai sekarang. dulu sebelum dan sesudah mengaji di mesjid ini kami selalu jajan dipasar didepan mesjid. banyak jajan pasar murah meriah disana. salah satu favorite kami adalah cincau hijau yang dimakan dengan kuah santan gula merah. dan ajaibnya penjual cincau hijau ini juga masih ada buka lapak didepan mesjid sampai sekarang. mungkin bukan penjual yg dulu saat saya masih kanak2, mungkin ini sudah generasinya yg kesekiannya yg jualan cincau hijau. tapi intinya, jajanan favorite saya waktu kecil masih ada, setelah puluhan tahun berlalu. amazing !

pasar tradisionalnya pun tidak mengalami perubahan yg berarti. saya suka berlama lama menjelajahi pasar ini berdua anak saya S, sekedar untuk menikmati kenangan dan familiarity-nya. pulang dari pasar dilanjutkan dengan naik kuda bendi / delman. another memory to remember karena dulu, setelah pindah dari rumah dinas ayah, saya dan my siblings biasa menggunakan delman ini untuk transportasi pulang pergi sekolah. bagaimana saya dulu suka ketiduran di atas delman, dihembus angin sepoi sepoi ditengah terik matahari setelah capek beraktifitas disekolah. dan S suka amazed dan tertawa cekikikan mendengar cerita2 masa kecil saya ini šŸ˜€

masih banyak kenangan2 indah masa kecil saya yang tersimpan dikota kecil ini, preserved by time. dan itulah sebabnya kenapa saya sangat suka mudik, dengan segala kerepotan dan huru haranya šŸ˜€ karena dengan mudik saya bisa mengingat kembali sekelumit hal2 indah dan menyenangkan dimasa kecil saya.

lalu apakah saya akan mudik tahun ini?

Advertisements

2 thoughts on “mudik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s