ditipu? alhamdulillah……..

saya dan si bapak sedang merintis bisnis sampingan yang diproyeksikan sudah berkembang pada saat kami berdua udah pensiun nantinya. yang namanya bisnis kan harus dirintis dan dimulai dari awal kan ya? gak mungkin bisnis itu langsung besar, berhasil dan sukses. karena itulah, bisnis ini ‘dipaksakan’ dijalankan mulai sekarang disela sela kesibukan kami masing masing.

alhamdulillah seiring berjalannya waktu, pasar mulai mengenal kami dan mulai percaya dengan produk produk kami, walaupun pasar ini masih dalam lingkup yang kecil, tapi tetep harus di-alhamdulillah-i karena at least kami udah mulai punya langganan. dan harapannya dengan promosi dari mulut ke mulut customer yang puas dengan produk dan layanan kami, bisnis ini akan semakin dikenal orang dan semakin berkembang. amiiiinnn…….

yang namanya bisnis gak selamanya manis terus. ada saat saat dimana kami harus mereguk pil pahit karena dikecewakan bahkan ditipu olehย calon customer.

ceritanya pada suatu hari ada seorang bapak, sebutlah namanya bapak A, salah satu warga dikomplek kami menghampiri si bapak, bertanya tanya tentang bisnis ini dan kemudian akhirnya order beberapa items untuk tanggal sekian. untuk bisnis skala kecil kami yang dijalankan diwaktu luang, orderan bapak A udah masuk kategori yang cukup besar, dan disanggupilah oleh si bapak untuk memenuhi orderan tersebut sesuai dengan items yg dipilih dan tanggal yg ditentukan.

dan berjibakulah kami berdua menyiapkan orderan tersebut. ngerjainnya juga dicicil, gak langsung blas pas H-1 nya. wah…. kalo langsung dikerjain semua pas H-1nya gak bakalan bisa kelar deh, yang ada mah tepar dua2nya.

cicil mencicil kerjaan ini juga dilakukan pas pulang kerja dan biasanya harus diakhiri pas tengah malam karena kami gak mau nanti kondisi kami malah drop dipagi harinya yang pastinya akan mempengaruhi rutinitas keseharian kami. untuk kami sekarang, bisnis ini sekarang hanya sampingan, rutinas keseharian ย tetap prioritas utama.

akhirnya, malam sebelum tanggal deadline, semua order sudah selesai dan siap diantar ke bapak A esok paginya.

pagi pagi, kita udah confirm bapak A via whatsapp (selama ini komunikasi dengan beliau juga via whatsapp ato telepon) bahwa semua pesanan beliau udah ready dan siap diantar nanti sesuai dengan jam yang sudah disepakati. etapi, whatsappnya dibaca tapi kok gak dibales yak? saya husnuzhon aja waktu itu bahwa mungkin bapak A juga lagi rempong pagi2 kayak kita jadi gak sempat ngebales pesan kita.

pas jam yang sudah disepakati datang, kita teleponlah bapak A mengabarkan kalau kita udah otw kerumahnya untuk mengantarkan orderan beliau. tapiiii……. teleponnya gak diangkat. nada sambungnya ada, tapi gak diangkat. kita masih berbaik sangka, mungkin beliau lagi dimana dan teleponnya ada dimana makanya gak sempet ngangkat, ya udahlah jalan aja kerumah beliau.

sepanjang perjalanan saya tetap berusaha menghubungi bapak A, tapi lama lama kok nomor telepon beliau gak bisa dihubungi lagi ya? yang keluar suara komputer mulu: nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi. pas dicoba lagi, itu lagi yang keluar. saya mulai menduga duga something fishy saat itu.

pas nyampe dirumahnya bapak A, kok kayaknya gak ada orang dirumahnya? pagernya dikunci, dibel2 gak ada jawaban dari dalam, ditelpon gak bisa, di sms dan di whatsapp apalagi. ditanya ketetangganya kiri dan kanan juga pada gak tau. wah…… gimana ini?

setelah menunggu hampir setengah jam didepan rumah beliau sambil tetap berusaha menghubungi dan gagal, akhirnya kami berdua give up. balik kanan, pulang.

si bapak sampe dirumah misuh misuh tentang bapak A yg mendadak hilang tanpa kabar berita, tentang orderan yang sekarang mau diapain dan dikemanain. saya sih diem aja, berusaha mencerna semuanya.

setelah kami berdua tenang, mulai deh di analisa kasusnya *ceile bahasanya ๐Ÿ˜› dan kami sampai pada kesimpulan bahwa kami memang tertipu oleh bapak A, dan ini 50%nya adalah karena kesalahan kami sendiri. kami kurang teliti dan terlalu percaya pada orang. dan ini harus dijadikan pelajaran untuk kedepannya bahwa dalam menjalankan bisnis kita harus hati hati dan teliti dan tidak boleh percaya 100% kepada orang (yg dikenal, apalagi yg tidak dikenal). next time ada orderan besar lagi, minta dulu kesepakatan hitam diatas putih dan DP agar kedua belah pihak bisa bertanggung jawab atas segala tindakannya. dan untungnya lagi, dalam hal ini kamilah yg ditipu, bukan yang menipu. alhamdulillah, kami beberapa tingkat ‘lebih tinggi’ dari bapak A ๐Ÿ™‚

terus gimana kabarnya tuh orderan yang udah jadi? ya udah, di ikhlaskan dan disedekahkan saja kepada orang yang lebih membutuhkan ๐Ÿ˜€

case closed ๐Ÿ˜€

PS : tapi yg saya tidak mengerti sampe sekarang adalah, bapak A, yang adalah warga komplek saya, yang pasti akan ketemu dengan kami suatu waktu dan yang memang beberapa kali ketemu dengan kami setelah kejadian itu, bersikap seolah olah tidak pernah terjadi apa2 diantara kami. lempeng aja. pernah dikonfrontasi si bapak waktu ketemu pertama kali setelah kejadian itu, dan ย jawaban beliau gak jelas, bikin esmosi. ditanya A jawabannya Z, jaaaauuuuuuuhhhhhhhhh…….. banget gak nyambungnya. ya sudahlah. mungkin bapak A kepalanya kepentok pas hari H kami mau nganterin pesanannya, jadinya beliau kena amnesia, sampe sekarang ๐Ÿ˜†

Advertisements

4 thoughts on “ditipu? alhamdulillah……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s