balada punya anak semata wayang

saya tidak tahu apakah cuma saya aja, atau ibu ibu lain yang punya anak cuma 1 kayak saya juga share the same feeling πŸ˜€

anak saya cuma satu, S, dan sepertinya Allah memang cuma ngasih saya 1 anak saja secara sampai sekarang S tetep belum punya adek, seberapapun kerasnya saya dan si bapak berusaha πŸ˜›

tapi, mungkin ini yang terbaik untuk saya karena sebagai ibu saya parno tingkat dewa dalam membesarkan anak.

banyak ahli parenting mengatakan bahwa jangan pernah menggunakan kataΒ tidak bolehΒ atau janganΒ dalam membesarkan dan mendidik anak. but i can’t help it 😦

itulah kata kata yang sering berhamburan dari mulut saya sejak S sudah mulai bisa diajak berkomunikasi dan memiliki dunia sosialnya sendiri.

setiap kali S akan pergi keluar rumah, apakah itu main kerumah temennya, atau ngaji kerumah ustazahnya, ke sekolah ataupun pergi hang out berdua aja sama bapaknya, tidak boleh dan jangan itu berlompatan keluar dari mulut saya.

#

nanti jangan begini ya kak…

jangan begitu…

tidak boleh ini…

tidak boleh itu….

baca doa ini…..

baca doa itu….

harus begini….

harus begitu….

kalau begini…… nanti…..

kalau begitu…… nanti …..

petuah petuah yang saya doktrinkan kepada S setiap kali dia keluar rumah itu biasanya memakan waktu 5 menitan sendiri. kalo anaknya lagi kalem dia akan merespon dengan manggut manggut sambil bilang :Β iya mak, iya……,Β tapi kalo dia lagi buru buru dan gak mood biasanya responnya dia :Β iya mak….. aq ngerti, udah tahu. aq brangkat dulu ya…..

doh….

entahlah, mungkin karena saya mendapatkan S dengan perjuangan yang panjang makanya saya jadi over protective kepadanya dan lagian saya melihat dunia sekarang sebagai a scary place to raise a child dengan begitu banyaknya kasus gunung es tentang kekerasan, pelecehan, pornografi dan yang serem serem lainnya o_O

apalagi kalau dia sakit, kayak sekarang ini, saya tambah parno 😦

udah 3 hari dia sakit. kata dokternya sih khawatirnya tipus, tapi tunggu antibiotiknya habis dulu baru diliat apakah harus periksa darah ato tidak.

setiap kali S sakit, hati saya selalu dag dig dug dan bertanya tanya, apakah ini tandanya yang punya akan mengambil titipanNya dari saya? kalau iya, akankah saya sanggup melanjutkan hidup saya nantinya tanpa dia? apa yang harus saya lakukan nanti?

biasanya si bapak akan memarahi saya kalo saya udah mikir macem macem kayak gini. kata beliau saya mikirnya kejauhan.

duh…. Allah yang maha pengasih dan Β maha penyayang, ampunilah hambuMU yang imannya masih cetek ini 😦

Advertisements

10 thoughts on “balada punya anak semata wayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s