leaving my comfort zone?

saya ditawari sebuah kesempatan bagus. once in a life time offer.

a full scholarship program.

bisa bawa keluarga.

kenegara yang PM nya marah besar ke pemerintah Indonesia karena menghukum mati warga negaranya.

untuk bidang ilmu yang sama dengan background knowledge saya.

dengan mata kuliah yang sangat interesting dan menyenangkan.

perfect lah pokoknya.

tapi……

saya tahu ini tidak akan mudah bagi anggota keluarga kecil saya.

#

bagi S, yang baru memulai pendidikan dasarnya.

yang selalu bersemangat menunggu matahari terbit untuk bisa berangkat kesekolah πŸ˜€

yang mulai menyayangi guru dan teman temannya.

yang selalu antusias menceritakan semua kegiatannya disekolah setiap hari kepada saya.

it will break her heart to leave all of that behind 😦

#

bagi bapak.

yang harus memulai semuanya dari awal lagi.

dengan perjuangan yang saya tahu tidak akan ringan.

#

bagi kami semua.

adaptasi dengan lingkungan dan komunitas baru yang mungkin saja tidak akan ramah menerima kami disana.

meninggalkan semua kenyamanan yang kami punya saat ini.

meninggalkan wajah wajah familiar dan ramah yang telah menemani hari hari kami sepanjang ini.

untuk waktu yang lumayan lama.

akankah kami sanggup melakukannya?

entahlah.

saya bingung.

saya excited.

di satu sisi saya begitu bersemangat.

di sisi lain, saya bimbang dan bersedih untuk S dan bapak.

tapi ini kan semua untuk kebaikan kami dimasa datang kan ya?

mungkin, saya harus solat istikharah untuk mendapatkan kemantapan hati dan jawabannya.

duh…. Allah yang Maha Pengasih dan maha Penyayang, tunjukilah hambaMu ini jalan yang terbaik 😦

Advertisements

16 thoughts on “leaving my comfort zone?

    • bukaaannn……, yg satunya lagi πŸ˜€ thank you nana for the prayer. apapun nanti jawaban yang diberikan olehNya, semoga kami semua bisa menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada πŸ™‚

  1. I once thought that Surabaya is my comfort zone. Begitu nyampe Sydney malah nggak mau pulang, huahahaha…. It’s even more comfortable πŸ™‚ tp akhirnya ikhlas pulang soale kezel: nyari tpt sholat n makanan halal di tpt umum klo disana kan ga segampang disini.

    • itu dia tyke. apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah untuk kita, begitu juga sebaliknya. ‘kacamata’ Allah lebih jernih dan bisa melihat jaaaauuuuuh kedepan dibandingkan ‘kacamata’ kita manusia. tinggal kitanya yang harus bisa menata hati untuk ikhlas dan sabar menerima semua keputusanNya πŸ™‚

  2. selamat Mba Trie….iiih keren banget dapet beasiswa ke LN πŸ™‚
    beran jak dari comfort zone emang gimanaa gitu ya rasanya, banyak galaunya, padahal mungkin nanti kalo udah ngejalaninnya belum tentu sesulit yg kita pikirkan, setuju banget kalau minta petunjuk sama Allah SWT, minta diberikan yang terbaik dan dimudahkan dalam segala urusan

  3. Trus jadinya skrg gimana, mbak? Penasaran ceritanya πŸ˜€

    Soalnya abang saya ambil beasiswa S3 full scholarship jg ke Belanda eh di Indo malah (hampir) kena musibah 😦 Udah keburu berangkat duluan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s