no man is an island

gang tempat saya tinggal dikomplek ini rata rata rumahnya rumah pribadi. kecuali di deretan rumah saya, ada 3 rumah kontrakan, termasuk rumah saya. iya, saya dan si bapak masih jadi kontraktor πŸ˜›

selama ini yang ngontrak di tiga rumah itu, menurut saya, adalah orang2 yang baik, yang tahu sopan santun (termasuk saya dong ya πŸ™„ ) dalam artian kami tahu bagaimana adab bertetangga yang baik itu.

beberapa bulan yang lalu, tetangga saya yang ngontrak di nomor 9, pindah ke rumahnya sendiri di cikarang ( yang saya nangis mewek waktu beliau pamitan pada kita semua itu lho). rasanya kehilangan banget karena beliau sekeluarga adalah tetangga yang baik dan anak perempuannya adalah temen main S sore sore. kami semua digang ini juga melepas mereka dengan sedih waktu itu.

setelah mereka pergi, saya berdoa semoga rumah nomor 9 cepet berpenghuni lagi dan penghuni barunya nanti akan sama baiknya dengan tetangga saya yang pindah ini.

doa dan harapan saya ternyata dikabulkan oleh Allah, tapi tidak complete πŸ™‚ . rumah nomor 9 itu memang cepat ditempati lagi, tapi penghuni barunya tidak seperti yang saya harapkan 😦

sang penghuni baru adalah keliatannyaΒ pasangan muda, belum punya anak. mereka memasukan barang2nya ke nomor 9 sewaktu malam hari. jadi kami di gang ini gak ada yang ngeh waktu itu. lah, mereka datangnya tengah malam, masukin barang, terus pergi lagi. saya dapat ceritanya dari si bapak yang mendengar proses mereka memasukan barang2 itu.

setelah masukin barang, sekitar semingguan baru mereka datang untuk menata dan merapikan barang2 mereka dan memulai tinggal di nomor 9. tapi, yang saya perhatikan dan yang para tetangga lain perhatikan juga, penghuni baru ini tidak berusaha untuk memperkenalkan diri mereka apalagi mengakrabkan diri sebagai warga baru kepada kami kami penghuni lama disini. sampai sekarang. pernah waktu kami ibu ibu lagi ngumpul sebentar sore2 dijalan gang, ngomong2 remeh temeh, si istri tetangga baru yang kelihatannya baru pulang dari bepergian, melewati kami dan blas langsung masuk pagarnya tanpa senyuman atau sapaan kepada kami2 yang lagi ada sore itu. begitu juga si suami, sami mawon. hingga kinipun kami semua tidak tahu nama mereka siapa, kerja dimana, berasal dari mana, tadinya tinggal dimana, dan sebagainya.

dulu pas pertama kali masuk dikontrakan kami, saya dan si bapak mendatangi satu per satu rumah yang ada di gang ini, memperkenalkan diri kami. siapa kami, berapa orang anggota keluarga kami, ya kayak gitu2lah. tujuannya cuma satu, untuk menjalin silaturahim dan hubungan kekeluargaan dengan para tetangga ini. karena bagi kami, tetangga adalah saudara terdekat diperantauan, tempat berbagi dan meminta pertolongan dalam hal emergency. karena kami percaya bahwa kita tidak bisa hidup sendirian dengan dunia kita di dunia ini. kita membutuhkan orang lain dalam kehidupan kita.

bukannya mendoakan jelek ya, tapi kalau misalnya ada kejadian yang tidak menyenangkan atau ada musibah, orang pertama yang akan datang membantu nantinya adalah para tetangga. apakah mereka merasa bahwa mereka tidak akan membutuhkan kami para tetangganya ini? apakah mereka merasa kalau mereka bisa hidup mandiri sendirian? atau mereka mengharapkan kami yang datang kerumah mereka nyamperin dan memperkenalkan diri kami kepada mereka? apa gak kebalik itu ya πŸ™„

ato saya perlu datang ke rumah pak rt untuk menanyakan tetangga baru ini ke bliau? ih… kepo banget saya yak πŸ˜›

Advertisements

buta huruf

ini cerita yang tersisa dari keseharian saya bolak balik ke RS selama F dirawat disana kemaren.

RS tempat F dioperasi dan dirawat adalah salah satu rumah sakit swasta terbaik di Tangerang, daerah tempat kami tinggal. dokter2 ahlinya terutama ahli bedah syarafnya adalah dokter terbang di rs mount elizabeth singapore juga. makanya rs ini adalah pilihan pertama kakak saya pada saat F dirujuk untuk dokter ahli bedah syaraf.

rumah sakitnya megah dengan pelayanan prima, yang berbanding lurus dengan charge yang mereka bebankan ke keluarga pasien. dokter2nya komunikatif dan suster2nya juga friendly. fasilitas yang disediakan untuk pasien dan keluarga pasien juga nyaman dan memadai.

selama hampir 10 hari F dirawat disana, dari awal masuk di high care kemudian diruang operasi, lalu lanjut di icu dan terakhir diruang perawatan, kami sekeluarga tidak memiliki komplain yang berarti untuk rumah sakit dan semua fasilitas pendukungnya.

tapi satu hal yang mengganggu bagi saya dan keluarga adalah para keluarga pasien lain dan pengunjung dirumah sakit itu.

entah karena tidak tahu atau memang karena cuek bin dableg, rata2 pengunjung yang datang ke rs itu tidak bisa mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan oleh rs, yang ditulis dan dipampangkan ditempat2 yang strategis untuk dibaca. kalau kata saya sih, rata2 pengunjung rs ini pada buta huruf. padahal kalau dilihat dari tampilan mereka, dengan outfit mereka yang kelas menengah ke atas, dengan gadget mahal yang mereka tenteng rasanya gak mungkin kalau mereka pada buta huruf.

contoh kebutahurufan mereka seperti ini.

lift yang disediakan rs ada dua jenis. lift untuk pengunjung dan lift untuk pasien. beberapa kali kejadian, pada saat F harus turun kelantai lain untuk melakukan ct-scan, atau mri atau rontgen, lift yang khusus pasien ini selalu penuh dengan pengunjung. taunya saya mereka pengunjung dari mana? ya tau lah. mereka gak pake seragam suster, atau dokter kok. pakaian mereka menunjukan kalau mereka itu pengunjung atau keluarga pasien. kami selalu harus sabar menunggu lift pasien ini kosong 15 sampai 20 menit setiap kali mau pergi ke lantai lain untuk kepentingan F. padahal jelas2 ditulis disitu : Lift Khusus Pasien ! itu gak liat apa gak bisa baca? kalau gak liat kayaknya gak mungkin karena tulisannya gede dan jelas. berarti mereka gak bisa baca. b-u-t-a Β h-u-r-u-f !

contoh berikutnya.

dipintu lift, apakah itu lift pasien ataupun lift pengunjung, juga selalu ada tulisan yang gede dan jelas : dahulukan yang keluar. tapi kenyataannya, berkali kali saya alami, belum juga pintu lift sempurna kebuka, yang diluar udah desak desakan untuk masuk. sementara kita yang didalam jadi susah nyari space untuk bergerak keluar. apakah mereka gak liat tulisan itu atau gak bisa baca? kalau gak liat gak mungkin. wong tulisannya gede dan jelas kok. berarti? ya berarti mereka b-u-t-a Β h-u-r-u-f !

terus….

di dalam lift dan juga dipintu masuk ruang perawatan selalu ada tulisan yang membatasi jumlah pengunjung ke pasien. hanya 2 orang pengunjung maksimal. saya mengerti bahwa peraturan ini untuk menjaga kenyamanan pasien juga. tapi yang ada, rata2 pengunjung datang dalam grup lebih dari 3 orang. mengganggu pasien lainnya dengan segala kehebohan dan grasak grusuk mereka. sekali lagi, mereka tidak bisa membaca peraturan yang sudah dituliskan oleh rs ini. sekali lagi, mereka b-u-t-a Β h-u-r-u-f !

dan kelemahan rs, orang2 mereka (para security officers yg lalu lalang banyak bener disana) yang seharusnya bertugas untuk mengingatkan ataupun menegur keluarga pasien atau pengunjung yang tidak mematuhi peraturan ini terkesan hanya diam saja melihat hal ini berlangsung 😦

saya pernah menegur pengunjung2 yg melanggar peraturan ini ( dasar mulutnya emang gatel kata adik saya πŸ˜› ) malah dapat pelototan yang bikin keder.Β duh, tobat….. tobat….. kok yang berbuat salah merasa bener dengan kesalahan mereka ya 😦 sementara kalau saya komplain ke para security officers itu jawaban mereka cuma : iya bu, maafΒ  😦

ampun deh !

berat, sungguh berat…

ini masih cerita tentang F, ponakan saya tersayang yang mendapat musibah seminggu kemaren.

setelah menjalani operasi selama 5 jam yang bisa dikatakan berhasil, F langsung masuk icu. alhamdulillah karena kondisinya yang membaik dan tidak ada komplikasi apapun pasca operasi, setelah 1 hari di icu, akhirnya F dipindahkan ke ruang perawatan.

alhamdulillahirobbil ‘alamin….. terimakasih atas berkah karuniamu kepada F dan kepada kami semua ya Allah…. ya rohman….. ya rohim…..

proses recovery F memang berat dan memporakporandakan perasaan (terutama buat saya) seperti yang kami semua bayangkan.

tapi, F adalah anak yang tough. tidak pernah sekalipun saya mendengar jeritan ataupun teriakan kesakitan dari mulutnya sejak dari ruang icu sampai hari terakhir kami berada dirumah sakit. dia lebih sering hanya mendesah setiap rasa sakit itu datang dan kalau sakitnya sudah tidak tertahankan dia akan ngomong dengan lirih ke orang yang ada disampingnya saat itu : sakit ma/ sakit bang/ sakit mak…

duh….. anakku sayang 😦

saya tidak bisa membayangkan rasa sakit yang dialami oleh F pasca operasinya. tapi melihat bekas luka dikepalanya waktu dianya ganti perban, yang seperti dua ekor kelabang raksasa, dari atas kuping kanan sampai ke atas kuping kiri, saya tahu rasa sakit yang harus ditahankan oleh F tidaklah sedikit. kita aja yang kalau kepentok sedikit sakitnya berdenyut2, apalagi dia yang kepalanya dibuka seperti itu. betapa tabahnya dirimu anakku 😦 semoga allah meringankan rasa sakitmu ya nak.

setiap kali melihat F kesakitan, setiap kali juga saya menangis bercucuran air mata. saya tidak tahan melihatnya kesakitan dan menderita seperti itu. kalau saja bisa, saya ingin sayalah yang menanggungkan rasa sakit itu, bukan dia 😦 . tapi karena sikutan dari kiri kanan saya dan pelototan dari abang ipar setiap kali saya mewek seperti itu, saya memilih untuk melipir dan menangis ditempat yang tidak akan dilihat oleh F dan oleh siapapun.

tapi akhirnya, setelah hampir 10 hari dirumah sakit, F diijinkan pulang oleh tim dokternya dikarenakan kondisinya terus stabil dan tidak ada komplikasi apapun pasca operasinya.

bagi saya, kepulangan F kerumah adalah hadiah terbesar bagi keluarga kami iedul adha ini. walaupun nantinya dirumah perjuangan panjang kami untuk kesembuhan F seperti sediakala masih akan panjang, tapi setidaknya masa masa kritis dan menegangkan sudah kami lewati.

semoga allah akan terus memberikan keringanan, kemudahan, kelancaran, kekuatan, keikhlasan dan kesabaran kepada kami semua dalam mendampingi F menapaki jalan recoverynya.

semoga allah akan selalu berbaik hati meringankan rasa sakit yang dirasakan oleh F saat ini.

cepat sembuh seperti sedia kala ya nak. you are such a brave and tough kid. i love you so much.

F

namanya F, ponakan ke tiga saya dari kakak nomor 2. si bungsu dikeluarga kakak saya itu.

bocah tampan penyayang binatang yang berhati lembut. yang punya segala jenis binatang peliharaan dari jaman dia batita sampai sekarang. dari anak ayam piyik warna warni beli dipasar, sampai burung hantu seperti punyanya harry potter yang dibeli di fancy pet shop. dari segala jenis kucing ras asli sampe kucing lokal. kelinci, marmut, anjing, kura kura, semuanya dia pernah punya.

cita2nya pengen pelihara kuda poni dirumah, tapi gak dikasih ijin sama mamanya. ya kali, pelihara kuda dikomplek perumahan, pegimana caranya πŸ™„

dari waktu dia bayi sampai sebelum dia menyelesaikan sekolah dasarnya, F banyak menghabiskan waktunya dengan saya. karena saya lama baru mendapatkan S anak saya sendiri, F adalah tempat curahan dan limpahan kasih sayang saya. I love him like my own πŸ™‚

F anak yang penyayang dan berhati lembut, abang terfavoritnya S anak saya. kalau mereka berdua udah ketemu, yang frekwensinya jarang karena F sekolah dipesantren, mereka akan lengket satu sama lain kayak perangko. mungkin karena dari dulu F kepengen punya adek dan S kepengen punya sibling, makanya mereka tak terpisahkan kalau udah ketemu. dimana ada F, disitu pasti ada S. S sering bilang ke saya seperti ini : abang F itu sahabat sejatiku mak πŸ˜€

tapi bukan hanya saya dan S saja yang mencintai F. rasanya semua orang yang saya kenal dan mengenal F memiliki perasaan yang sama terhadap F. anaknya memang loveable.

sejak F sekolah di pesantren empat tahun yang lalu, saya ketemu dengan dia hanya pada saat dia liburan semester pulang kerumah, dua kali dalam setahun.

sebelum dia balik ke pesantren setelah menghabiskan liburannya dirumah, saya selalu mengingatkannya untuk selalu berhati hati dan bisa menjaga dirinya sendiri dimanapun dia berada, yang selalu dijawabnya dengan iya mak, insha allah (semua ponakan saya memanggil saya sama seperti S memanggil saya, mak πŸ˜€ )

tapi, walau bagaimanapun kita berusaha, takdir Allah tetap berlaku dan itulah yang terjadi dengan F.

hari minggu sore kemaren, sepulang berkegiatan menghadiri sebuah acara diluar pesantren dengan ustad dan teman temannya, F terjatuh dari angkot yang membawanya pulang ke pesantren 😦

astagfirullah ‘al azhim….

lahaula walaquata illabillah….

innalillahi….

trauma kepala. pendarahan otak dibagian depan sebelah kanan.

ya allah ya robbi…. ya rohman ya rohim….

sejak mendapat berita minggu sore itu sampai sekarang saat saya mengetik ini, kami semua serasa berada di dalam sebuah roller coaster yang menjungkirbalikan hati, perasaan dan logika.

tapi satu hal yang saya syukuri adalah kakak saya, mamanya F, bisa menerima semua ini dengan ikhlas dan lapang dada tanpa diwarnai drama, begitu juga halnya dengan kami semua. ini adalah musibah. takdir yang sudah digariskan oleh Allah SWT.

setelah melewati proses prosedur untuk menjalani operasi yang melelahkan lahir dan bathin, alhamdulillah akhirnya F selesai dioperasi jam setengah 10 hari senin malam.

a life saving surgery.

penantian yang rasanya tak berujung selama 5 jam proses operasi berlangsung amat sangat melelahkan jiwa dan raga bagi kami semua. tapi semua itu terbayarkan pada saat tim dokter menyatakan bahwa operasi berhasil dan berjalan dengan lancar, dan F berada dalam kondisi yang baik dan stabil.

alhamdulillahirobbil ‘alamin……. terimakasih atas rahmat, berkah dan karuniaMU kepada F dan kami semua, keluarga terdekat yang sangat mencintainya ya allah.

saya menyadari bahwa operasi ini barulah setengah dari perjalanan panjang yang akan membutuhkan waktu, energi dan kesabaran berlipat lipat dalam proses recovery F nantinya. saya tidak tahu apa yang menanti diujung akhir perjalanan itu untuk F dan untuk kami semua. tapi satu hal yang saya tahu pasti adalah bahwa kami semua akan selalu bergandengan tangan bahu membahu mendampingi F menapaki jalan recovery yang saya tahu tidak akan mudah itu. saya hanya tahu satu hal yang pasti bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan kami dalam menjalani ini semua dan akan selalu memberikan keringanan, kemudahan, kelancaran, kekuatan, keikhlasan dan kesabaran bagi kami semua.

semoga kami semua sekeluarga besar semakin dikuatkan oleh Allah melalui musibah ini.

saya minta doanya ya teman teman, semoga proses recovery F berlangsung dengan aman dan lancar. amiiinnnnn…….

S

S adalah anak pertama saya dan mungkin akan menjadi anak satu2nya, karena sampe sekarang dia belum punya adek, walaupun dia hampir setiap saat menanyakan kapan punya adek, dan walaupun saya dan si bapak berusaha keras untuk itu πŸ˜› yah, mungkin belum rejeki atau mungkin rejekinya cuma satu πŸ˜€ alhamdulillah…..

S lahir diminggu ke 39 kehamilan saya dengan persalinan normal. walaupun dokter obgyn saya prakteknya di rumah sakit yang terkenal pro operasi, tapi dari awal2 konsultasi saya udah wanti wanti ke dokternya kalo saya mau lahiran normal. dan alhamdulillah si dokter mendukung saya.

S lahir tanggal 14 februari jam 6.10 sore. mendekati magrib ketika itu. dua hari sebelumnya, tanggal 12 februari malam saya udah pembukaan satu. tapi saya memutuskan untuk pulang aja dulu daripada langsung stay dirumah sakit sampai pembukaan penuh. bisa bisa saya stress disana dan pembukaannya gak naik2.

agar pembukaannya cepet naik, kakak saya menganjurkan untuk banyak banyak jalan. dan karena jalan jalan yang paling gak ngebosenin itu adalah jalan jalan di mol window window shopping ngeliat barang barang bagus dan kalo ada yang nyantol dihati dibeli πŸ˜› , jadilah saya geret si bapak untuk nemenin saya jalan di mol tanggal 13nya. jalan setengah harian di mol dari siang sampe sore ternyata membuat saya kecapekan dan tepar nyampe dirumah.

tapi kayaknya bener nasehat kakak saya. tanggal 14 februari siang perut saya udah semakin gak enak, udah mulai keluar flek dan lendir bercampur darah. saya telpon dokter saya dan beliau menganjurkan untuk langsung ke RS. jadilah kami langsung berangkat.

nyampe di RS saya langsung masuk kamar periksa, di cek, dipasangi monitor jantung bayi. tapi…. ternyata baru pembukaan 2 😦 sang dokter menyerahkan kepada saya apakah mau pulang lagi atau langsung stay di RS. si bapak memutuskan untuk langsung stay aja karena rumah kami ketika itu agak jauh dari RS dan si bapak takut kalau kalau anaknya brojol di mobil kalau kami memutuskan untuk pulang lagi :D. dan ternyata itu adalah keputusan yang tepat. karena dari jam 2 siang itu pembukaan saya naik dengan cepat. jam 4 udah pembukaan lima. dan jam 6 udah pembukaan lengkap πŸ™‚ mungkin ini adalah efek dari jalan jalan yang saya lakukan kemarennya.

yang membuat orang orang heran dan saya sendiri heran adalah, saya tidak merasakan sakit yang berarti selama kontraksi dari jam 2 sampe jam 6 sore itu. saya masih bisa menahannya dengan mengatur nafas seperti yang diajarkan dikelas senam hamil saya. gak ada tuh ceritanya saya teriak teriak atau mencakar cakar sibapak saking kesakitannya πŸ˜€

begitupun saat mengeluarkan S. saya cuma butuh ngeden 3 kali dan S udah meluncur keluar disambut dokter saya.

saya masih ingat waktu saya menemani kakak saya yang kedua melahirkan. betapa dia sangat kesakitan, berteriak teriak. waktu diingatkan oleh suaminya : nyebut ma, nyebut. dia dengan kencengnya bilang : gak sempeeeeeettttt…. saya yang waktu itu ada disampingnya antara mau ngakak dan nangis mendengarnya πŸ˜†

waktu melahirkan S itu kakak saya bertanya dengan herannya: kok kamu kayaknya gak kesakitan sama sekali ya? emang gak sakit ya? saya : ya sakit sih, namanya juga lahiran, tapi gak banget2 sakitnya. mungkin ini rejeki anak anak sholehah πŸ˜› Β dianya manyun πŸ˜†

tapi ternyata jatah sakit untuk saya bukan pada saat mengeluarkan S, tapi pada saat S udah keluar dari rahim saya 😦

setelah ditunggu sekian lama oleh dokter, plasenta saya gak keluar2. dan dokter memutuskan untuk mengambilnya secara manual. iya…. m-a-n-u-a-l. can you imagine when doctor’s hand entered my uterus? disitulah kayaknya sakit yang bener bener sakit yang pernah saya rasakan. disaat itulah tangannya si bapak remuk redam ditangan saya. disaat itulah saya bercucuran air mata. disitulah saya berfikir, mungkin inilah rasa sakit yang dirasakan ibu ibu lain saat melahirkan anaknya.

tapi semua rasa sakit itu hilang saat saya memeluk S didada saya πŸ™‚ inilah reward seberat 2.750 gram πŸ˜€ dari semua perjuangan dan rasa sakit yang saya alami tadi.

S tumbuh menjadi bayi yang anteng. dia tidak pernah menangis berkepanjangan atau menjerit jerit tengah malam. sehabis saya susui biasanya dia langsung tidur lagi, atau kalau belum ngantuk, dia akan main main sendiri tanpa meminta perhatian saya untuk menemaninya. baby blues saya waktu itu bukan tentang prilaku S sebagai bayi, wong dianya anteng kok. baby blues saya, saya selalu menangis setiap kali melihat dia tertidur disamping saya atau di strollernya. saya sendiri tidak mengerti kenapa dan orang2 terdekat saya juga heran waktu itu. anaknya sehat, anteng, tapi emaknya nangis terus setiap melihat anaknya tidur. akhirnya si bapak bertindak dengan mengungsikan S yang tertidur disamping saya ketempat lain. and my baby blues ended that way πŸ˜€ thank you bapak….

S lebih mirip kesaya dari pada ke bapaknya. dari penampilannya sampai kesifat2nya. sama sama putih, sama sama berhidung seadanya πŸ˜› dan sama sama berhati melankolis.

S bisa membaca suasana hati saya dari intonasi bicara saya. dia bisa menebak kalau saya lagi marah, sedih atau gembira dari intonasi saya saja. dia sama pinternya dengan saya dalam hal menasehati πŸ˜› terakhir dia menasehati saya seminggu yang lalu, saat kami selesai nonton film inside out dibioskop. dirumah dia bilang gini ke saya : mak, disini (nunjuk jidatnya), ada 5 feeling yang tadi kita nonton. ada si senang , si marah, si sedih, si jijik dan si khawatir….. mak harus bisa mengatur mereka semua terutama di sedih, biar mak gak sering2 sedih ya…..#nadapelandanconcern.Β duh…. nak, iya deh, mak janji akan mengatur mereka semua terutama si sedih.

saya dan si bapak merasa sangat diberkati dengan diberi titipan S. anak yang penurut, sopan, sholehah, bisa dikasih pengertian, bisa diajak berkomunikasi layaknya orang dewasa walaupun dengan gaya bicara kanak2nya. semoga kami berdua bisa mendidik dan menjaganya dengan baik dijalan yang lurus yang telah ditentukan oleh al quran dan sunnah. semoga kami bertiga bisa dikumpulkan kembali olehNYA di jannahNYA. amiinnnn….

sekolah

biasanya setiap pagi S selalu semangat bangun, sholat subuh dan bersiap untuk berangkat sekolah dengan segala keriuhan dan huru haranya.

tapi entah kenapa tadi pagi, dia bangun dengan malas malasan. bahkan sempat terlontar dari mulut kecilnya kata gak sekolah hari ini. tumben2an.

saya yang tidak pernah memaksa dia pergi sekolah hanya bertanya kepadanya: kenapa kakak gak mau sekolah? kakak sakit? yg dijawab olehnya : gak sakit mak, aku capek.

memang saya perhatikan S masih beradaptasi dengan jadwal sekolahnya yang sekarang, yang pulang jam 2 siang dan nyampe dirumah jam setengah 3 bahkan terkadang jam 3 baru nyampe. sementara waktu di tk dulu jam 12an udah nyampe dirumah dan udah bisa nyante2. jadinya masuk akallah kalo dia merasa capek.

tadi pagipun saya gak memaksa dia untuk bersiap siap berangkat sekolah. saya serahkan ke S untuk memutuskan apakah dia mau sekolah atau tidak hari ini. cuma si bapak yang heboh membujuk S agar mau sekolah πŸ™‚ dan masalah kesekolah ini adalah hal yang selalu menjadi bahan ‘pertengkaran’ saya dan bapak. bagi bapak kesekolah itu wajib, kecuali kalo sakit. dan bagi saya sekolah itu memang wajib tapi gak harus dipaksakan. mungkin ini ada hubungannya dengan pengalaman saya masa sekolah dulu.

dulu, saya tidak pernah suka pergi sekolah. pergi kesekolah adalah sebuah keterpaksaan yang menyiksa buat saya. saya lebih suka menghabiskan waktu dirumah dengan membaca puluhan buku berbagai jenis yang dibelikan ayah untuk kami anak anaknya. saya lebih suka berkelana dengan buku buku saya dari pada datang, duduk dan belajar dikelas. saya tidak suka sekolah. titik. dari jaman sd sampe kuliah s1, i never found enjoyment of going to school. tapi entah bagaimana ibu selalu berhasil memaksa saya untuk pergi sekolah. jangan tanya saya bagaimana caranya.

mungkin karena pengalaman sayaΒ yang terpaksa sekolah dulu yang membuat saya tidak terlalu mempermasalahkan kalau S lagi gak mood pergi sekolah, dulu waktu dia tk dan sekarang di sd-nya. lah, sekolahnya juga baru mulai. baru juga pendidikan dasar. dia masih punya belasan tahun di depan yang akan dihabiskannya disekolah. kalo sekarang dia dipaksa2 sekolah, nanti malahan dia akan jenuh dimasa smp atau smanya. saya gak mau itu terjadi padanya. dan jadilah saya selalu bertengkar dengan si bapak mengenai hal ini πŸ˜€

biasanya saya yang memenangkan pertengkaran itu πŸ˜› , dalam artian, S mendapatkan kebebasan untuk memilih apakah dia mau pergi sekolah hari ini atau tidak. dan biasanya keputusan yang diambil oleh S akan selalu saya ikuti dengan konsekuensi yang harus dihadapinya atau reward yang akan didapatkannya. kalo gak mau sekolah hari ini, berarti dirumah seharian ini harus bisa menyelesaikan membaca 1 buku cerita yang ini, atau harus bisa menceritakan kembali ke emak halaman buku ini. kalo mau sekolah hari ini, nanti pulang kantor mak akan masakin sesuatu yang istimewa kesukaan kakak, atau akan ada sebuah hadiah kecil yang menunggu kakak dirumah pulang sekolah nanti.

intinya, saya cuma berusaha membuat S nyaman dan menyenangi kegiatan bersekolahnya (tidak seperti maknya dulu yang tidak pernah menikmati masa masa sekolahnya), dan mengajarkan ke dia bahwa ada konsekuensi yang didapat dari semua keputusan yang diambilnya, walaupun untuk itu saya harus spent extra time, energy and patience. tapi so far worth it lah πŸ˜€

keluarga penguin

beberapa waktu yang lalu saya nemenin S nonton film happy feet di salah satu tv swasta. film lawas emang. tapi tetep aja masih enak ditonton dan S juga antusias.

yang tidak saya sadari dari kegiatan menonton film ini adalah, bahwa ternyata S menyerap jalan ceritanya dan bisa mengasosiasikannya dengan lingkungan sekitar yang dilihatnya.

jadi, di film happy feet itu kan ada bagian yang menceritakan si ibu penguin bertelur, terus telurnya dierami sama ayah pengiun sampe menetas dan penguin kicik di jaga dan dirawat sama si ayah penguin sementara ibu penguin pergi kelaut mencari makan untuk mereka sekeluarga.

yang menariknya, selama nonton bagian itu S bertanya dan menegaskan beberapa hal kepada saya, seperti:

#

mak, yang bertelur ibunya penguin ya?

telurnya dierami ayahnya ya mak?

trus, anaknya yang jaga dan ngurus ayahnya penguin ya mak?

ibu penguin yang cari makan ke laut untuk mereka sekeluarga kan ya mak?

#

semua pertanyaannya saya iyain karena di filmnya emang seperti itu ceritanya.

terus dengan tak terduga S ngomong seperti ini : berarti keluarga R yang didepan rumah kita adalah keluarga penguin dong ya mak?Β intonasiantusias.com

saya kaget 😯 : kok keluarga penguin sih kak?

kakak : ya iya dong mak.yang mengandung dan melahirkan R kan ibunya. tapi R dijaga dan diurus sama ayahnya dirumah. ibunya R kan kerja dari pagi ampe sore dikantor, trus yang dirumah sama R kan ayahnya. kan mirip sama film penguin ini. berarti keluarga R itu keluarga penguin (suaranya pede abis dan tersenyum penuh kemenangan).

duh nak…… kok bisa bisanya kamu menghubungkan isi film itu dengan kehidupannya nyata didepan matamu? emak sampe speechless πŸ˜•

kakak :Β nanti aku mau nyapa R dengan penguin ah. hai penguin…… gitu. #ngikik

emak :Β duh….. jangan dong kak. kan R gak tahu cerita penguin ini. nanti dia sedih, ato marah gimana?

kakak :Β eh, iya juga ya mak. kalo gitu, aku ajak R nonton film ini dulu ah, ntar abis itu baru aku panggil dia penguin. pasti dia gak bakal bingung, ya kan mak? #masihngeyel.com

ternyata anak seumuran S bisa menyerap suatu informasi dengan begitu cepatnya dan langsung nempel dikepalanya. pelajaran berharga untuk saya dan si bapak untuk selalu berhati hati, memilah dan memilih dalam memberikan informasi, tontonan ataupun bacaan apapun kepada S.

lalu apakah S jadi memanggil R dengan sebutan penguin? kayaknya belum, karena S belum laporan apapun ke saya πŸ˜›