keluarga penguin

beberapa waktu yang lalu saya nemenin S nonton film happy feet di salah satu tv swasta. film lawas emang. tapi tetep aja masih enak ditonton dan S juga antusias.

yang tidak saya sadari dari kegiatan menonton film ini adalah, bahwa ternyata S menyerap jalan ceritanya dan bisa mengasosiasikannya dengan lingkungan sekitar yang dilihatnya.

jadi, di film happy feet itu kan ada bagian yang menceritakan si ibu penguin bertelur, terus telurnya dierami sama ayah pengiun sampe menetas dan penguin kicik di jaga dan dirawat sama si ayah penguin sementara ibu penguin pergi kelaut mencari makan untuk mereka sekeluarga.

yang menariknya, selama nonton bagian itu S bertanya dan menegaskan beberapa hal kepada saya, seperti:

#

mak, yang bertelur ibunya penguin ya?

telurnya dierami ayahnya ya mak?

trus, anaknya yang jaga dan ngurus ayahnya penguin ya mak?

ibu penguin yang cari makan ke laut untuk mereka sekeluarga kan ya mak?

#

semua pertanyaannya saya iyain karena di filmnya emang seperti itu ceritanya.

terus dengan tak terduga S ngomong seperti ini : berarti keluarga R yang didepan rumah kita adalah keluarga penguin dong ya mak?Β intonasiantusias.com

saya kaget 😯 : kok keluarga penguin sih kak?

kakak : ya iya dong mak.yang mengandung dan melahirkan R kan ibunya. tapi R dijaga dan diurus sama ayahnya dirumah. ibunya R kan kerja dari pagi ampe sore dikantor, trus yang dirumah sama R kan ayahnya. kan mirip sama film penguin ini. berarti keluarga R itu keluarga penguin (suaranya pede abis dan tersenyum penuh kemenangan).

duh nak…… kok bisa bisanya kamu menghubungkan isi film itu dengan kehidupannya nyata didepan matamu? emak sampe speechless πŸ˜•

kakak :Β nanti aku mau nyapa R dengan penguin ah. hai penguin…… gitu. #ngikik

emak :Β duh….. jangan dong kak. kan R gak tahu cerita penguin ini. nanti dia sedih, ato marah gimana?

kakak :Β eh, iya juga ya mak. kalo gitu, aku ajak R nonton film ini dulu ah, ntar abis itu baru aku panggil dia penguin. pasti dia gak bakal bingung, ya kan mak? #masihngeyel.com

ternyata anak seumuran S bisa menyerap suatu informasi dengan begitu cepatnya dan langsung nempel dikepalanya. pelajaran berharga untuk saya dan si bapak untuk selalu berhati hati, memilah dan memilih dalam memberikan informasi, tontonan ataupun bacaan apapun kepada S.

lalu apakah S jadi memanggil R dengan sebutan penguin? kayaknya belum, karena S belum laporan apapun ke saya πŸ˜›

Advertisements

8 thoughts on “keluarga penguin

  1. Betapa cepatnya anak kecil menyerap isi cerita film. Mungkin karena memorinya masih banyak yang kosong. Ibarat komputer RAM-nya masih banyak yang belum terisi, πŸ™‚
    Kalo R dipanggil penguin.Lalu dia cerita isi film ke bapaknya R, wah bisa tersungging, eh tersinggung, tuh bapaknya R, hehe…

    • itu yang saya takutkan uda. salah2 komunikasi malah merusak hubungan pertetanggaan nantinya. tapi alhamdulillah sampai sekarang S belum laporan kalau dia udah manggil R dengan penguin πŸ˜†

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s