sekolah

biasanya setiap pagi S selalu semangat bangun, sholat subuh dan bersiap untuk berangkat sekolah dengan segala keriuhan dan huru haranya.

tapi entah kenapa tadi pagi, dia bangun dengan malas malasan. bahkan sempat terlontar dari mulut kecilnya kata gak sekolah hari ini. tumben2an.

saya yang tidak pernah memaksa dia pergi sekolah hanya bertanya kepadanya: kenapa kakak gak mau sekolah? kakak sakit? yg dijawab olehnya : gak sakit mak, aku capek.

memang saya perhatikan S masih beradaptasi dengan jadwal sekolahnya yang sekarang, yang pulang jam 2 siang dan nyampe dirumah jam setengah 3 bahkan terkadang jam 3 baru nyampe. sementara waktu di tk dulu jam 12an udah nyampe dirumah dan udah bisa nyante2. jadinya masuk akallah kalo dia merasa capek.

tadi pagipun saya gak memaksa dia untuk bersiap siap berangkat sekolah. saya serahkan ke S untuk memutuskan apakah dia mau sekolah atau tidak hari ini. cuma si bapak yang heboh membujuk S agar mau sekolah πŸ™‚ dan masalah kesekolah ini adalah hal yang selalu menjadi bahan ‘pertengkaran’ saya dan bapak. bagi bapak kesekolah itu wajib, kecuali kalo sakit. dan bagi saya sekolah itu memang wajib tapi gak harus dipaksakan. mungkin ini ada hubungannya dengan pengalaman saya masa sekolah dulu.

dulu, saya tidak pernah suka pergi sekolah. pergi kesekolah adalah sebuah keterpaksaan yang menyiksa buat saya. saya lebih suka menghabiskan waktu dirumah dengan membaca puluhan buku berbagai jenis yang dibelikan ayah untuk kami anak anaknya. saya lebih suka berkelana dengan buku buku saya dari pada datang, duduk dan belajar dikelas. saya tidak suka sekolah. titik. dari jaman sd sampe kuliah s1, i never found enjoyment of going to school. tapi entah bagaimana ibu selalu berhasil memaksa saya untuk pergi sekolah. jangan tanya saya bagaimana caranya.

mungkin karena pengalaman sayaΒ yang terpaksa sekolah dulu yang membuat saya tidak terlalu mempermasalahkan kalau S lagi gak mood pergi sekolah, dulu waktu dia tk dan sekarang di sd-nya. lah, sekolahnya juga baru mulai. baru juga pendidikan dasar. dia masih punya belasan tahun di depan yang akan dihabiskannya disekolah. kalo sekarang dia dipaksa2 sekolah, nanti malahan dia akan jenuh dimasa smp atau smanya. saya gak mau itu terjadi padanya. dan jadilah saya selalu bertengkar dengan si bapak mengenai hal ini πŸ˜€

biasanya saya yang memenangkan pertengkaran itu πŸ˜› , dalam artian, S mendapatkan kebebasan untuk memilih apakah dia mau pergi sekolah hari ini atau tidak. dan biasanya keputusan yang diambil oleh S akan selalu saya ikuti dengan konsekuensi yang harus dihadapinya atau reward yang akan didapatkannya. kalo gak mau sekolah hari ini, berarti dirumah seharian ini harus bisa menyelesaikan membaca 1 buku cerita yang ini, atau harus bisa menceritakan kembali ke emak halaman buku ini. kalo mau sekolah hari ini, nanti pulang kantor mak akan masakin sesuatu yang istimewa kesukaan kakak, atau akan ada sebuah hadiah kecil yang menunggu kakak dirumah pulang sekolah nanti.

intinya, saya cuma berusaha membuat S nyaman dan menyenangi kegiatan bersekolahnya (tidak seperti maknya dulu yang tidak pernah menikmati masa masa sekolahnya), dan mengajarkan ke dia bahwa ada konsekuensi yang didapat dari semua keputusan yang diambilnya, walaupun untuk itu saya harus spent extra time, energy and patience. tapi so far worth it lah πŸ˜€

Advertisements

2 thoughts on “sekolah

  1. Samaan mbaaakk dulu aku suka (sok2) tekun gt blajarnya eh giliran kuliah 4th malah bosen belajar mulu πŸ˜† yg berakibat molor lulusnya. Skrg udah kerja malahlg seneng2nyaaaa hehehe salam kenal ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s