harus ikhlas

beberapa bulan yang lalu saya cerita kalau saya mendapatkan tawaran full scholarship kesebuah negara yang PM nya pernah marah besar ke pemerintah kita karena menghukum mati warga negaranya. sebuah negara yang ditebak dengan salah oleh nana salah seorang teman blogger saya 😀

setelah beberapa bulan nego nego dan diskusi dengan S dan ditambah dengan berantem2an sama si bapak (iya, kalau sama si bapak ego saya berada diperingkat teratas, tapi kalau sama S pasti berada diperingkat terendah), akhirnya saya udah mengambil keputusan yang saya fikir adalah yang terbaik untuk kami semua dan untuk yang menawarkan scholarship ini juga.

sewaktu saya diskusi sama S, ternyata manusia kecil yang melankolis ini mengungkapkan rasa takut dan khawatirnya tentang beradaptasi dengan lingkungan baru nanti disana. S khawatir tidak akan bisa berkomunikasi untuk mengungkapkan needs dan wants nya nanti, sementara dia tahu saya tidak akan bisa berada disampingnya dikarenakan kuliah saya dengan segala tetek bengek urusan pra perkuliahannya. ditambah lagi dengan kekhawatirannya tentang lody, sekolahnya disana nanti, sekolahnya yang sekarang, teman temannya, pokoknya banyak deh. dan saya sangat mengerti dan memahami semua yang diungkapkan oleh S dengan bahasa kanak kanaknya itu. ya, jika saya tetap memaksakan untuk menerima scholarship itu, dampaknya ke S tidak akan bagus.

begitu juga halnya dengan bapak. setelah diskusi panjang kali lebar berhari hari disertai dengan berantem dan musuhan (dari pihak saya tentunya 😦 ), saya akhirnya bisa menerima dan mengerti pointnya bapak.

jadilah akhirnya saya menghadap ke pemberi scholarship ini, menyatakan dengan bercucuran air mata #lebay.com bahwa saya dengan sangat terpaksa menolak tawaran scholarship tersebut dikarenakan hal ini, ina dan itu. alhamdulillahnya si pemberi scholarship ini bisa menerima penjelasan dan keputusan saya dan berkata mungkin belum saatnya saya mendapatkan scholarship ini, mungkin nanti.

alhamdulillah saya sudah melewati saat2 sulit mengambil sebuah keputusan yang terbaik untuk semua pihak.

sekarang S dan bapak bisa dengan tenang melanjutkan keseharian mereka tanpa dibayangi kekhawatiran2 lagi tentang rencana scholarship ini. si pemberi scholarship juga udah tenang karena tidak saya gantung gantung lagi dan sekarang bisa mencari calon awardee lainnya.

semoga saya bisa ikhlas menerima ini semua 😀 harus bisa !

Advertisements

16 thoughts on “harus ikhlas

  1. Tentu itu keputusan sulit. Keputusan setelah berkeluarga tentu win-win solution, gak bisa seenak dhewe ketika dulu sorangan. Saya yakin ketika satu pintu tertutup ada pintu lain yang terbuka. Selamat, 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s