curhatable

saya tipe manusia introvert yang gak bisa omong banyak, yang pendiam, yang lebih suka menyimak dan mendengarkan.

orang2 tidak akan mendeteksi keberadaan saya ditengah sebuah acara atau sebuah keramaian, saya tidak akan stand out. saya bisa invisible πŸ˜› dan saya menikmati keberkahan ini, karena dengannya saya bisa menjadi seorang observer yang dengannya saya bisa tahu, oh….. ternyata manusia itu banyak jenisnya πŸ™‚

tapi herannya, walaupun saya lebih sering invisible dari pada visible, teuteup aja ada manusia lain yang akan nyamperin saya. nyamperin bukan untuk ngasih selamat apalagi ngasih hadiah, tapi untuk membagi keluh kesahnya dengan saya.

teman teman dikantor yang lama dan dikantor yang sekarang, sering secara tiba2 muncul diruangan saya dengan wajah melas ataupun suntuk sambil nanya :Β bay…. ,lu lagi repot gak? gw mau ngomong dong bentar?!

lalu dimulailah monolog itu. kadang disertai topan badai kemarahan ataupun hujan air mata. konon yang katanya bentar itu bisa berlangsung minimal setengah jam dan sampai tak terkira. tergantung cerita yang disampaikan, simple atau banyak konflik didalamnya.

selama monolog itu berlangsung, saya tidak pernah menyela dengan pertanyaan ataupun perkataan apapun secara si teman juga tidak memberi saya kesempatan untuk itu ditengah ceritanya yang menggebu2 πŸ˜† .Β biasanya setelah badai kemarahan dan hujan air mata itu mereda, barulah si teman akan nanya : menurut lu, gw harus bagaimana?

well….. saya jenis manusia yang apa adanya, yang akan berkata apa adanya juga, yang tidak bisa membuat2 dan merangkai kata sedemikian rupa sekedar hanya untuk menyenangkan orang lain. jadi biasanya respon yang saya berikan kepada teman2 ini hanya akan membuahkan 2 hal saja dari mereka: (1) mereka akan meninggalkan ruangan saya sambil berkata, iya bay…… gw tahu. makasih ya. atau (2) ih….. lu kok ngomongnya gitu sih. sambil bergegas pergi dari hadapan saya.

bos saya dikantor yang lama juga sama seperti teman2 ini. sering datang keruangan saya, tapi gak pake nanya dulu saya lagi repot ato gak, langsung duduk didepan meja saya dan meluahkan semuanya.

pagi bu bayu, lagi ngapain? ih….. saya lagi jengkel ini. suami bla…bla… bli…. bli…. blu….blu…. anak begini …. begitu…… begono…. begana…….

sampai masalah keuangannya pun dibagi dengan saya πŸ˜† duh…. saya lagi gak ada uang nih. habis beli ini itu, bayar ini itu, ntar saya bayar gaji karyawan gimana ya?Β (wah….. kalo itu sih saya juga gak tahu bu. pan saya juga terima gaji dari ibu πŸ’‘ )

dan terakhir 2 hari yang lalu temen satu ruangan bercerita sambil bercucuran air mata kesaya tentang rumah tangganya.

saya jadi berfikir, kenapa orang2 suka berlabuh kepada saya untuk menceritakan masalah2 mereka ya? segitu curhatable kah saya dimata orang2 ini?

 

 

 

Advertisements

6 thoughts on “curhatable

    • jadi suka mikir dan lebih banyak bersyukur ira. ternyata ada orang yang masalahnya lebih rumit dari masalah saya, ada orang yang hidupnya lebih complicated dari hidup saya, ada orang yang ternyata lebih gak bahagia dari saya. jadi lebih banyak mengucap alhamdulillah ira πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s