ditangan, jangan di hati

dijaman jahiliyah saya dulu, i put my heart 100%-ly on everything i had in life. saya bisa begitu posesif dengan semua yang saya miliki itu. posesif dalam merawat, menjaga dan menggunakannya. saya begitu care dan cinta dengan semua itu.

jadi bisa dibayangkan apa yang terjadi disaat semua itu hilang atau diambil dari kehidupan saya. i was broken hearted 😦 .nangis bombay atau nangis darah sekalipun udah pernah saya lakukan di waktu itu #lebaydotcom.

tapi seiring dengan bertambahnya usia dan banyaknya hal yang saya baca dan pelajari, perlahan lahan saya mendidik diri saya sendiri untuk tidak terlalu dalam bersikap. jangan terlalu mencintai, jangan terlalu care, jangan terlalu posesif. karena apapun yang kita miliki  di dunia ini, itu bukan milik kita. itu hanya titipan yang sewaktu waktu akan diambil oleh Sang Maha pemilik kehidupan itu sendiri.

bersikap terlalu hanya akan merusak hati dan perasaan saya yang nantinya akan mempengaruhi keseluruhan well being saya sendiri. seperti kata guru ngaji saya, apa2 yang diletakan dihati, pada saat apa2 itu diambil dari kita, hati akan menjadi sakit. dan hati yang sakit akan berdampak ke tubuh yang sakit juga. sedangkan apa2 yang diletakan di tangan, pada saat ia hilang, tangan tidak akan menjadi sakit, apalagi hati, jadi tidak akan mengganggu jiwa dan tubuh kita.

sejak saat itu saya selalu mempersiapkan dan mengingatkan diri sendiri akan hal itu. berat pada awalnya. dan sejujurnya sampai sekarangpun masih berat dalam pelaksanaannya, dalam artian, pada saat saya kehilangan sesuatu saya masih sedih dan menangis tapi dalam batas2 yang wajar, tidak sedashyat dulu 😀

jadilah sekarang saya mencoba untuk lebih tegar dalam menjalani hidup dan semoga saya akan selalu dikuatkan dan ditegarkan.

PS: sebenarnya postingan ini edisi curhat karena saya tahu sebentar lagi saya akan kehilangan seseorang yang telah mengisi hati dan hari2 saya sekeluarga selama beberapa bulan terakhir ini. entah kapan lagi kami bisa bertemu. semoga pada saat seseorang ini berlalu dari kehidupan saya nanti saya bisa kuat dan tidak cengeng menghadapinya 😀

Advertisements

13 thoughts on “ditangan, jangan di hati

  1. Mbak….. Akupun jg berusaha tdk mencintai benda secara berlebihan coz it’s just a thing. Titipan memang harus dirawat dgn baik krn itu cara kita nunjukkan rasa syukur. Tp titipan tetaplah titipan 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s