syafakallah ibu….

saya memanggil beliau ibu, sama seperti saya memanggil ibu kandung saya sendiri.

perempuan sepuh bermata teduh dengan pola pikir sederhana-yang terkadang membuat saya amazed karena sometimes it doesn’t make any sense to me- yang menjalani hidupnya apa adanya, gak neko neko.

perempuan sederhana inilah yang telah melahirkan, membesarkan dan mendidik putranya menjadi seperti apa adanya dia sekarang. putranya yang kemudian bertemu dan membagi hidupnya dengan saya. si bapak, ayahnya S.

ibu memiliki 6 orang anak yang beliau rawat dan besarkan sendiri tanpa helping hands apalagi maid. secara jaman dulu di desa tempat tinggal ibu masyarakatnya gak kenal dengan istilah maids/servants. dan semua anak ibu tumbuh besar menjadi anak2 yang baik dan berhasil.

saya dan ibu memiliki beberapa kesamaan. kami sama2 gak banyak omong dan suka ngemil. kalau ada acara kumpul2 keluarga yang terjadi hanya sekali setahun pas lebaran, kami lebih memilih menjadi penonton, menyaksikan keriaan anggota keluarga yang lain.

saat berada dirumah ibu, sering sore2 saya duduk berdua ibu di teras depan rumah. menyaksikan pemandangan sawah yang terbentang dan gunung Singgalang yang megah dalam diam sambil mulut kami berdua komat kamit menguyah cemilan 😆 dan biasanya setelah selesai dengan cemilannya, ibu akan beranjak pergi sambil mengelus pundak saya dengan tanpa kata.

setiap kali kami mudik, saya tidak pernah lama menghabiskan waktu dirumah ibu. paling lama 2 minggu dan itu pun dipotong sama kunjungan kesana sini dan nginap disana sini. tapi, mau seberapalamapun saya dirumah ibu, ibu tetap sama.masih tetap dengan mata teduh dan gak banyak omongnya.

dan sekarang perempuan bermata teduh ini sedang sakit. sakit karena usia tua. sudah beberapa hari ini ibu gak mau makan dan maunya berbaring saja kata kakak ipar saya yang biasa ada bersama ibu dirumah. kami anak dan menantunya yang berada sangat jauh dari ibu ini hanya bisa merasa khawatir dan mendoakan yang terbaik untuk ibu. semoga allah menyayangi ibu dan mengangkat penyakit ibu. semoga allah memberikan yg terbaik untuk ibu.

PS: ternyata ibu kangen sama putranya 🙂 . sehari setelah mendapat kabar dari kakak ipar, si bapak langsung mudik. dan setelah berdekatan dengan putranya selama 24 jam, ibu sudah mulai membaik dan mau makan lagi. alhamdulillahirobbil ‘alamin……….

Advertisements

4 thoughts on “syafakallah ibu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s