Dia

Biasanya beberapa hari sebelum kedatangannya, saya selalu berada dalam kondisi yang tidak enak.

uring uringan.

tambah melankolis.

cengengnya gak ketulungan.

stok air mata kayaknya gak ada habis habisnya.

jutek bin judes.

mood swing. gak bisa ditebak.

pokoknya disaat saat menanti kedatangan dia itu,Β me so despicable πŸ˜₯

ada banyak orang disekitar saya yang mugkin tersinggung atau sedih dengan prilaku saya itu, but i can’t help it 😦 karena saya sendiri juga tersakiti dengan semua prilaku saya itu πŸ˜₯

saya bukanlah saya yang biasa disaat saat itu. itu bukan saya. itu alien dari antah berantah yang mengambil alih tubuh dan pikiran saya 😑

dan saat saat menanti yang terkadang dipenuhi amarah dan cucuran air mata itu biasanya berlangsung sekitar 1 atau 2 hari.

setelah dia datang dan berlalu, saya seakan tersadar dari trance dan melihat semua kerusakan yang sudah terjadi dengan deraian air mata lagi #dasarcengeng. what have i done? i shouldn’t have said that 😦

seperti biasa juga, saya akan berjanji didalam hati untuk tidak mengulangi lagi semua ini, menjadi sedikit lebih dewasa menanti dia di bulan yang akan datang. tapi seperti biasa, janji janji itu tinggal janji. skenario yang sama akan terulang kembali disaat saya menanti kedatangannya bulan berikutnya.

duh pms, mengapa engkau menyiksaku begitu rupa πŸ˜₯

banyak nasehat yang sudah saya dapatkan untuk mengantisipasi masa masa penantian ini. ada yang bilang perhatikan asupan makan biar sang hormon tetap terjaga. yang lain bilang banyak banyak zikir dan baca al quran. ada lagi yang bilang banyak banyak olah raga sebelum dia datang (nasehat yang tidak pernah saya lakukan secara saya mualesnya minta ampun untuk berolahraga 😦 )

nasehat2 itu sudah saya laksanakan kecuali yang tentang olahraga, tapi hasilnya gak ngepek. saya tetep aja berubah jadi alien.

jadi sekarang2 yang saya lakukan adalah memberi peringatan kepada lingkungan sekitar a.k.a S dan si bapak : jangan deket2 mak dulu 1, 2 hari ini ya, daripada nanti kita semua bercucuran airmata.

biasanya si bapak bisa dan sudah paham dengan peringatan ini. nah yang agak sulit adalah S. secara dia akan terus bertanya tak putus2 tentang itu. doh….. susahnyo menjelaskan ke manusia kecil ini. diberi penjelasan singkat dia gak mudeng, nanya terus. dijelasin panjang kali lebar dia juga belum bisa mudeng. ya sudah, kalau sudah begitu biasanya dia saya tinggal pergi sambil bilang mak kebelakang dulu yaΒ sambil menyibukkan diri berlama lama sampai kira kira si bocah udah lupa dengan pertanyaan2nya πŸ˜€

 

Advertisements

4 thoughts on “Dia

  1. haha samaan nih kita, mbak πŸ˜› kalo lagi antik aku pernah ngelempar tas plastik gede isi laundry ke jalanan. duuhh… sumprit itu bukan akuu. itu ‘alien’ haha πŸ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s