Kamis, 7 april 2016, pagi

Ini cerita tentang lody.anak kesayangan saya yang ke 2.

kami mengadopsi lody waktu dia berumur kurleb sebulan.masih imut banget waktu itu.masih menyusu ke induknya.

pertama kali datang,selama tiga hari pertama dirumah kami,dia lebih sering ngumpet dikolong sofa.kalau jam makannya datang,kami terpaksa menariknya keluar dari kolong,menaruhnya didalam keranjangnya dengan tempat makannya.dan kalau dia sudah selesai makan,dia akan kabur lagi ngumpet dikolong.

setelah seminggu berlalu,lody baru bisa merasa familiar dirumah dan bisa diajak main.

lody kucing yang adorable,cantik (walaupun dia jantan) dan penurut.kami bertiga- saya,S dan si bapak -suka memondong lody di dada atau dipundak waktu dia masih kecil dulu.dan terkadang dia akan tertidur dalam pondongan kami.

bagi kami bertiga,lody bukanlah sekedar binatang peliharaan. lody adalah anggota keluarga yang kami cintai sepenuh hati.yang ikut mewarnai hari2 kami selama ini.

lody tumbuh besar dengan cepat.badannya bongsor karena dia adalah kucing campuran.ibunya persia asli dan bapaknya kucing lokal.terakhir kedokter beratnya kurang lebih 4 kg dengan panjang dari ujung kepala sampai ekor sekitar 80 cm.

kami sekeluarga selalu memperhatikan semua kepentingan lody: kebersihannya,makannya,minumnya,kesehatannya.tapi ada satu hal yang mungkin membuat lody tidak bahagia (hal yang akhirnya saya sesali 😒): kami jarang membiarkan lody main di luar rumah.tapi itupun atas dasar rasa sayang ke lody karena kalau dia main ke luar rumah,ujung2nya pasti berantem sama kucing garong yang ada di komplek dan dia akan pulang dengan badan luka2.

terakhir keluar dia berantem lagi dengan kucing garong yang sama di atas atap rumah tetangga saya.pulang2 badannya penuh luka.waktu dia pulang itu saya omelin habis2an sambil membersihkan tubuh dan luka2nya.

beberapa minggu kemudian,semuanya lukanya sudah sembuh,tapi kemudian suatu hari lody panas tinggi.dan sejak saat itu things were never be the same anymore in lody’s life 😭

panas tingginya hilang timbul hilang timbul.seiring dengan panas tingginya yg gak menentu itu,tangan kanannya agak membengkak.waktu itu masih saya diamkan karena saya fikir mungkin keseleo secara dia hobi banget manjat jendela kamar depan naik turun naik turun. tapi, bersamaan dengan tangannya yg membengkak,luka2 bekas berantem dulu,yg udah sembuh (menurut penglihatan saya 😒) kembali basah. Dan lodypun mulai gak mau makan.

akhirnya hari senin kemarin saya bawa kedokter.menurut dokter yg memeriksa,sepertinya luka2 lody ada yg infeksi makanya badannya jadi panas dan gak mau makan.dia disuntik anti biotik dan dibekali obat minum dan salep untuk lukanya.proses meminumkan obat ke lody itu penuh perjuangan yang membuat hati saya sedih 😭.

sejak pulang dari dokter itu lody semakin lemah.dan hari Kamis kemaren,lody pergi 😭😭😭.

lody pergi dihadapan saya.saya masih memegang sebelah tangannya pada saat dia pergi.saya melihat perjuangannya menghembuskan nafas yang terakhir.hati saya remuk redam.

ikhlas ternyata hanya gampang diucapkan tapi susah setengah mati untuk dilaksanakan. tapi akhirnya ikhlas datang perlahan dihati saya.gradually.lewat perdebatan sengit dengan my logic. setelah begitu banyak jika saja,andai saja,kalau saja berkelebat dihati saya 😒.

ya,mungkin karena iman saya masih cetek,di hari pertama lody pergi,mata dan hati saya basah terus.

saya merindukan mata hitam bulatnya….

saya kehilangan suara manjanya….

saya kangen dengan kibasan buntut panjangnya…..

lody kami kuburkan di tanah kosong didepan rumah.saya bisa melihat kuburannya setiap kali saya berangkat atau pulang kerja.begitu dekat, yet begitu jauh 😒.

lody sayang…..terimakasih atas 2 tahun penuh warna yang telah lody berikan kepada emak,bapak dan kakak S.kami semua merasa beruntung pernah dititipi kucing cantik yang menyenangkan seperti dirimu.kamu akan selalu ada dalam ingatan kami lody.berbahagialah engkau disana karena dirimu tidak akan lagi merasakan kesakitan.

i will miss you a lot my dear child….

Advertisements

6 thoughts on “Kamis, 7 april 2016, pagi

  1. MBAAAAAKKKKKKKKK aku nangis bacanya… duh…. soalnya rasanya udah kenal Lody lama. Dari aku punya Loki, kan suka berbagi cerita Lody and Loki… 😦 ikut sedih banget Mbak, nggak kebayang gimana ya huhuhuhu. Semoga Lody tenang di alam-Nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s